sensor suhu mobil tidak berfungsi
Kerusakan pada sensor suhu di kendaraan merupakan masalah kritis yang memengaruhi sistem pemantauan kinerja mesin. Komponen ini dirancang untuk mengukur suhu cairan pendingin mesin dan mengirimkan data ini ke unit kontrol mesin (ECU). Jika tidak berfungsi dengan baik, hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah operasional dan berpotensi merusak mesin. Sensor ini umumnya terdiri dari termistor yang mengubah hambatannya berdasarkan perubahan suhu, memberikan umpan balik secara real-time ke sistem komputer kendaraan. Kendaraan modern sangat bergantung pada sensor ini untuk kinerja mesin yang optimal, efisiensi bahan bakar, dan pengendalian emisi. Ketika sensor suhu rusak, mesin dapat berjalan terlalu kaya atau miskin, yang memengaruhi efisiensi bahan bakar dan kinerja kendaraan. Kerusakan ini dapat terlihat melalui berbagai gejala, seperti indikator suhu yang tidak stabil, borosnya konsumsi bahan bakar, asap knalpot berwarna hitam, atau kesulitan menyalakan mesin pada cuaca dingin. Memahami gejala-gejala ini dan dampaknya sangat penting untuk perawatan kendaraan yang tepat serta mencegah kerusakan mesin yang lebih parah.